GAJI PERMANEN PERBULAN

GAJI PERMANEN PERBULAN
Cukup Dengan Mengisikan NAMA dan EMAIL ANDA

Herman Sarens Sudiro Ditangkap Paksa !



Pensiunan perwira tinggi Angkatan Darat, Brigjen TNI Purn Herman Sarens Sudiro, ditangkap paksa oleh Pomdam Jaya di rumahnya di Taman Telaga Golf, Vermont Park Land, Bumi Serpong Damai, Tangerang, Senin (18/1/2010).

"Pihak Pomdam (Polisi Militer Kodam) Jaya saat ini tengah bernegosiasi dengan pihak pengacara Pak Herman Sarens untuk membawa Pak Herman ke Pengadilan Tinggi Militer Jakarta," ucap Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen Christian Zebua yang dihubungi Kompas.com, Senin ini.

Menurut Christian, Herman telah mendapat vonis atas sebuah kasus yang ditangani oleh Pengadilan Tinggi Militer Jakarta. Sudah beberapa kali Herman tidak menanggapi panggilan yang dilayangkan pengadilan. Pengadilan pun meminta kepada Pomdam Jaya untuk menangkap paksa Herman. "Kasusnya apa, saya tidak tahu persis. Silakan tanya ke pihak pengadilan militer," ucap Christian.

Saat ini sejumlah polisi militer mendatangi rumah Herman. Pihak Pomdam Jaya tengah bernegosiasi dengan pengacara Herman. "Pihak Pomdam Jaya melakukan upaya-upaya persuasif," katanya.

Letjen (Purn) Herman Menolak Keluar Rumah

Suasana tegang hingga kini masih terasa di kawasan Perumahan Taman Golf, Serpong, Tangerang. Sejumlah petugas dari Pomdam Jaya masih melakukan penjagaan di rumah Letnan Jenderal Purnawirawan Herman Saren Sudiro.

Saat dimintai keterangan, Kepala Kepolisian Kabupaten Tanggerang, Komisaris Besar Edi Sumitro mengatakan, kejadian itu berkaitan dengan aset TNI yang diduga digelapkan Letjen Herman. "Herman akan disidangkan di mahkamah militer, tapi sudah dipanggil tidak datang-datang," ujar kapolres, Senin 18 Januari 2010.

Menurut kapolres, pihaknya hanya akan memantau keamanan sekitar saja. Karena peristiwa itu adalah kewenangan Polisi Militer (POM).

"Kita diminta datang untuk mengamankan baik dari POM dan pihak keluarga," ujarnya.

Saat ini polisi masih berusaha memediasi kedua pihak. Saat ini situasi sudah kondusif dan tidak ada aksi tembak-tembakan.

"Ada delapan orang berjaga disana. Saat ini Herman belum juga mau keluar," ujarnya lagi.

Rumah Herman Sarens Akan Digeledah POM

Sejumlah anggota TNI dari Satuan Polisi Militer masih berusaha masuk ke rumah Letjen Purn Herman Saren Sudiro untuk melakukan pengeledahan.

"Pihak keluarga menolak dan bertahan di dalam rumah. Kita hanya membantu melakukan pengamanan, saat ini pihak POM masih berusaha untuk menjemput Herman dari rumahnya," ujarnya Kapolres Kab Tangerang, Komisaris Besar Edi Sumitro, saat dihubungi VIVAnews.

Pantauan VIVAnews, jalan masuk kompleks Vermon yang menuju ke rumah Purn Letjen Herman Saren Sudiro, di Blok G/C1, BSD Tangerang masih dijaga ketat.

Sejumlah wartawan dan pengunjung yang melalu jalan tersebut sementara waktu tidak diperbolehkan masuk.

Menurut Kapolres, kejadian itu berkaitan dengan aset TNI yang diduga digelapkan Letjen Purn Herman. "Herman akan disidangkan di mahkamah militer, tapi sudah dipanggil tidak datang-datang," ujar Kapolres, Senin 18 Januari 2010.

Beberapa saat yang lalu sopir Herman menghampiri wartawan dan memberikan foto copy akte jual beli tanah seluas tiga hektar yang diduga menjadi pangkal persoalan.

Tanah itu berada di kawasan Warung Buncit Raya No 301, Mampang, Jakarta Selatan, atas nama Drs Herman Saren Sudiro.

Staf Jenderal Herman Temui Wartawan

Suasana tegang masih menyelimuti perumahan mewah Taman Telaga Golf Bumi Serpong Damai, Tangerang. Tepatnya, di cluster Vermont lokasi rumah purnawirawan Letnan Jenderal Herman Sarens Sudiro.

Pantauan VIVAnews, tiba-tiba sekitar pukul 15.00, seorang pria menggunakan mobil mercedes menghampiri kerumunan wartawan yang berada di luar komplek perumahan, Senin 18 Januari 2010.

Pria tadi mengaku sebagai sopir pribadi Herman Sarens Sudiro. Dia turun dari mobil mercy, dan langsung membagi-bagikan satu bundel tumpukan kertas kepada wartawan.

Sopir purnawirawan Jenderal itu membagikan ada sekitar 10 lembar kertas. Satu lembar berisi surat pernyataan, sembilan lembar lainnya berisi dokumen jual beli tanah yang disengketakan.

Seperti diketahui, sejumlah Polisi Militer mengepung rumah Herman sejak siang tadi. Sejumlah anggota TNI dari Satuan Polisi Militer masih berusaha masuk ke rumah Letjen Purn Herman Saren Sudiro untuk melakukan pengeledahan.

"Pihak keluarga menolak dan bertahan di dalam rumah. Kita hanya membantu melakukan pengamanan, saat ini pihak POM masih berusaha untuk menjemput Herman dari rumahnya," ujarnya Kapolres Kab Tangerang, Komisaris Besar Edi Sumitro, saat dihubungi VIVAnews.

Herman Sarens: Saya Pejuang 45 yang Teraniaya

Sejumlah Polisi Militer masih mengepung rumah purnawirawan Letnan Jenderal Herman Sarens Sudiro sejak siang tadi. Karyawan sang jenderal pun keluar menemui wartawan dan menyerahkan dokumen tanah sengketa yang diduga menjadi pangkal permasalahan.

Pantauan VIVAnews, tiba-tiba sekitar pukul 15.00, seorang pria menggunakan mobil mercedes menghampiri kerumunan wartawan yang berada di luar komplek perumahan mewah, Taman Telaga Golf, Bumi Serpong Damai, Tangerang, Senin 18 Januari 2010. Tepatnya di cluster Vermont.

Sejumlah anggota TNI dari Satuan Polisi Militer masih berusaha masuk ke rumah Letjen Purn Herman Saren Sudiro untuk melakukan pengeledahan. Karyawan Herman yang naik mercy itu menghampiri wartawan.

Dia tidak berbicara banyak hanya menyerahkan surat pernyataan milik Herman. Dalam dokumen itu juga terdapat surat akte jual beli tanah yang diduga menjadi pangkal sengketa.

Dalam surat pernyataan itu, Herman menyebut dirinya 'Prajurit Pejuang Angkatan 45 yang Teraniaya'. Berikut isi surat pernyataan Herman:

"Ini adalah bukti jual beli Warung Buncit pada tahun 1967 sebelum Hankam berdiri yang dibayar oleh Jenderal Herman S Sudiro yang dikatakan sebagai koruptor."

Ttd

Prajurit Pejuang Angkatan 45 yang Teraniaya